KASN HADIRI PEMBAHASAN PEGAWAI DIPEKERJAKAN DENGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Kamis 25 Februari 2021 pada pukul 09.00 WIB

Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Otda Kemendagri) menggelar rapat fasilitasi terhadap Penugasan ASN Pemerintah Daerah di Komisi Pemilihan Umum. Rapat fasilitasi itu dilakukan di Hotel Aryaduta Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun No.44-48, RT.7/RW.1, Gambir, Jakarta.

Direktur Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Daerah (FKKPD) pada Ditjen Otda Kemendagri Cheka Virgowansyah sebagai pimpinan rapat. Dirinya menanggapi hal itu Cheka meminta pendapat dari masing – masing perwakilan Sekretariat KPU Provinsi , Kabupaten dan Kota yang bergabung dalam rapat.

Dalam acara itu turut hadir Pelaksana tugas Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Plt Karo SDM) Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum (Setjen KPU) Lucky Firnandi Mujanto, Pihak Badan Kepegawaian Negara, Komisi Pemilihan Umum dan Pemda Provinsi Kabupaten Kota seperti Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Kudus, Kabupaten Kebumen, dan beberapa perwakilan instansi lainnya. Peserta rapat hadir secara langsung maupun melalui media virtual zoom meeting atau daring.

Asisten Komisioner Bidang Pengawasan Pengisian JPT Wilayah 1 I Gusti Ngurah Agung Yuliarta Endrawan, SH, MH sebagai perwakilan undangan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Pembahasan saat itu mengenai peran pemerintah daerah dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada).

Pihak Sekretariat Jenderal KPU menginformasikan sejumlah dua puluh tiga persen atau sebesar 2.213 pegawai Sekretariat KPU adalah berstatus pegawai yang dipekerjakan . Sisanya pegawai sekretariat KPU berstatus pegawai organik sejumlah 7.277 pegawai . Namun, dikatakan ada hambatan dalam proses alih status pegawai pemerintah daerah tersebut untuk dijadikan sebagai pegawai organik KPU walau sudah lulus tes untuk dijadikan sebagai pegawai di lingkungan sekretariat KPU.

Selain itu diinformasikan juga banyak pegawai negeri sipil Pemerintah daerah yang dipekerjakan itu menjelang dan pasca pemilihan kepala daerah ditarik kembali oleh pemerintahan daerahnya. Melihat hal ini pihak KPU meminta kepada Kementerian Dalam Negeri untuk dapat memfasilitasi permasalahan kepegawaian di lingkungan sekretariat KPU ini.

Agung Endrawan dalam rapat tersebut menyarankan agar tetap melakukan koordinasi dari pemerintah daerah kepada Sekretariat KPU bagi yang akan melakukan penarikan pegawai dipekerjakan pada Komisi Pemilihan Umum. Selain itu diharapkan agar pengembangan karier para pegawai juga tetap diperhatikan. Pada pasal 28 Undang-undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) disebutkan bahwa Komisi ASN bertujuan menjamin terwujudnya Sistem Merit dalam kebijakan dan Manajemen ASN.